KUMPULAN PUISIKU

TAK ADA

takut? atau kalut?
tersikut? atau tersudut?
mana tawamu yang lepas
saat kuasa tak berbekas
hilang sudah suara keras
saat uang terkuras

galau? atau risau?
malu? atau kelu?
mana wajahmu yang ceria
saat pengacara tak berbisa
hilang sudah gembira
saat muka terpampang di media

meradang tanpa teman
di sisa petang
sendiri tanpa anak istri
di dalam bui

 TOPENG
muak melihat sandiwara, penuh make up luar dalam
seperti jalang hendak raih malam

saat pejabat seperti penjahat
atasan dijilat, teman dan bawahan disikat
tak ada hormat yang ada hanya muslihat

muak lihat jas dan dasi di badanmu
seperti seringai dibalik senyummu

saat memandang sebelah mata
tanpa kata ludahi derita
harga diri tergadai demi sebuah tahta

YANG TERCINTA

perlahan luruh, dari almanak yang angkuh
menggulung usia, merangkak menuju rapuh
39 tahun telah kau lewati masa
meniti hari yang tersisa

Ya Rochman
taburkan bunga-bunga kesabaran
tebalkanlah rasa keimanan
kabulkan segala keinginan

Ya Rochim
sayangi selalu dia
jadikanlah ia ahli surga
karuniakanlah bahagia

Ya Rabb
hilangkanlah semua duka
hapuskanlah segala derita
limpahkan semua cinta

Ya Allah
jadikanlah ia pribadi yang sholehah
perjalanan usianya kian berkah
segala harap dan doa diijabah

SELAMAT ULANG TAHUN ISTRIKU 

WONG SUWEK

Wong suwek.
Ya, wong suwek plesetan dari wong tuwek atau orang tua dalam bahasa Indonesia. Bukan tanpa maksud aku memanggilnya begitu, dengan tingkah laku yang kocak kata penuh canda dan selalu merasa masih muda (padahal umur sudah di ujung senja), kusematkan panggilan akrab wong suwek. Nama sebenarnya sudah lupa, aslinya sih pura2 lupa agar tidak membayar royalti. Wong suwek  akhir2 ini lebih akrab denganku, pura2 akrab atau ada perlu lebih tepatnya. Semenjak dapat hadiah hp s*ms**g (maaf disensor karena belum bayar biaya iklan) dari sebuah undian peralatan dapur, wong suwek selalu menghubungi. Mulai dari install aplikasi instan messenger, sosmed sampai install game. Wong suwek yang merasa jiwanya masih muda atau istilah kerennya puber kedua tak berhenti sampai diinstalkan saja, dia (sebenarnya pingin nulis beliau, tapi kayaknya belum pantas he… he…) juga minta diajari menggunakan facebook dan bbm. Dan walhasil  telpon dan sms akan terus berdering jika keinginannya belum tepenuhi.
Setelah sekian lama menurunkan semua ilmu yang kumiliki, akhirnya wong suwek berhasil menggunakan bbm dan fb yang dimiliki (walaupun fb nya second, maklum harganya murah). Sekarang wong suwek sudah memiliki dunianya sendiri, walaupun tugas dan kewajiban sebagai seekor manusia tetap dipenuhi. Jadi ingat pepatah buah jatuh tak jauh dari keranjangnya, sama seperti wong suwek yang tak jauh berbeda denganku. Dunia maya adalah tempat keduanya berpijak jika lelah dan letih menghampiri usai menjalankan tugas.
Kok wong suwek???
Apa gak ada orang lain??
Kan masih banyak yang bisa ditulis selain wong suwek!
Inilah hebatnya wong suwek, kenapa kok bisa menarik hati untuk menuangkan sebuah tulisan di catatan fb ku yang terhormat. Wong suwek tidak hanya humoris, dia juga penuh canda ( nah lho, apa bedanya brooo?). Lihat wajahnya saja pingin tertawa, apalagi dengar kata2 nya di jamin muntah. Tak pernah ada raut sedih apalagi raut memelas seperti wajah para koruptor di media. Ada uang dia riang, tak ada uang dia ngutang (sama donk dengan kalian).
Pernah satu kali ku tanya “Pak, kok kayaknya gak pernah punya beban, padahal kalau dipikir2 beban sampeyan untuk menghidupi keluarga sangat berat?”.
Jawaban yang diberikan sungguh sangat tidak bijaksana dan tidak mengesankan “Saya pasrah saja mas Andy”.
“Kok pasrah pak? lalu dikemanakan anak dan istri sampeyan?” cecarku lagi
Dan kali ini jawaban yang diberikan lebih tidak bijaksana “Saya pasrah mas, maksudnya saya pasrahkan kepada mertua semua beban dan biaya untuk hidup istri dan anak saya”
Itu salah satu contoh yang membuat saya tertarik membuat tulisan tentang dia. Menyelesaikan tugas dari kantor dengan tanggung jawab dan membantu teman tanpa pamrih adalah contoh lainnya. Meskipun masih banyak yang hal2 positif yang bisa diambil sebagai cerita, mohon maaf jangan paksa saya untuk menulis lagi tentang dia. Bukannya gak mau berbagi, ini lebih dikarenakan dia sekarang sedang dibelakangku dan ikut membaca. Daripada eneg melihat dia ke ge-er an, aku sudahi tulisan ini.

NB: Buat pak suwek, suwun pinjaman dasi untuk ratek dan sumpit untuk prakarya anakku