PENJUAL ES LEGEN DAN LOGIKA KEMISKINAN


Panas menyengat siang itu, hampir selesai beban kerja yang ditugaskan oleh kantor. Ya sebagai petugas lapangan jam kerja banyak saya habiskan di luar kantor. Jam sudah menunjukkan pukul 12.15. Wah harus istirahat nih gumanku. Akhirnya bersama 2 kawan yang lain  (Priyo dan Falah) memutuskan untuk beristirahat di warung penjual es legen.  Sambil menikmati nikmatnya es legen dan sepotong gorengan tak lupa sebatang rokok (jangan ditiru yang ini) terselip disela jemari. Terselip sebuah obrolan yang penuh makna dengan bapak penjual es legen.
Inilah obrolanku sama bapak itu:
Aku (A) : Ramai pak?
Bapak(B): Alhamdulillah mas lumayan.
A : Ooohhh……
Obrolan sempat terhenti sebentarsaya nikmatin rokok, bapaknya melayani pembeli yang lain.
Selesai melayani pembeli yang baru datang si bapak melanjutkan obrolan lagi
B: Dari mana mas?
A: Ini pak, keliling Surabaya (sambil tertawa kecil)
B: He… he…. dah dapat berapa kilometer mas?
A: Asli mana pak? Surabaya atau luar kota?
B: Asli langitan Tuban mas.
A: Penghasilan dari jual es legen cukup pak buat kebutuhan sehari-hari? (iseng bertanya buat nyari bahan obrolan
B: Alhamdulillah mas, selama kita masih bisa bersyukur, Insyaallah kita gak akan kekurangan.
Saya semakin antusias ngobrol dengan si bapak.
S: Maksudnya pak?
B: (sambil tersenyum) Gini mas kalau kita bersyukur dengan apa yang kita peroleh, asalkan kita sudah berusaha dan berdoa, berapapun insyaallah akan cukup mas. Kalo kita merasa kurang, sampai kapanpun kita gak akan bisa memenuhinya.
S: Tapi pak kebutuhan hidup kan besar, biaya makan, biaya sekolah, biaya kesehatan dan biaya yang lainnya membutuhkan dana yang tidak sedkit. Dan saya beberapa kali melakukan survei, para pedagang kecil seperti bapak selalu bilang gak cukup sehngga mereka minta bantuan baik untuk biaya sekolah maupun yang lannya.
B: (kembali tersenyum) Ya itu maksud saya mas. Banyak orang yang merasa kekurangan padahal dia gak mau berusaha, banyak yang merasa kekurangan padahal dia tidak pernah berdoa, ada yang merasa kekurangan karena tidak berusaha dan berdoa. Ada pula yang merasa kekurangan karena dia memang berdoa meminta kemiskinan melalui perbuatannya.
A: (bingung) maksud yang terakhir pak? Saya kira gak ada orang yang minta miskin apalagi melalui perbuatan.
B: Gini mas, ketika sampeyan bekerja apa yang sampeyan cari?
A: Yang jelas pertama kali uang
B: Logikanya anda bekerja pasti juga berdoa semoga dapat uang banyak juga kan?
A: Iya Pak
B: Begitu juga ibaratnya dengan kita jika meminta bantuan?
A: Maksudnya (masih bingung)
B: Saya jualan es legen ini mas, saya bisa menyekolahkan anak saya di IAIN Sunan Ampel sampai lulus dengan hasil keringat saya sendiri tanpa bantuan. Meskipun dari pihak sekolah pernah menawari untuk saya agar bisa sekolah gratis tanpa biaya dengan surat keterangan miskin. Tapi saya gak mau mas. Begitu pula dengan beras raskin dan biaya kesehatan jamkesmas
A: Kok gak mau pak? Apa tokoh masyarakat dan aparat pemerintahnya mempersulit? Dan hubungannya dengan yang tadi pak (masih tetap bingung)
B: Gak mas? Saya kan termasuk tokoh agama walau cuman modin (sambil tersenyum). Tokoh masyarakat yang lain maupun aparat pemerintah pasti tahu saya dan kehidupan saya.
A: Trus? (sambil gak sadar telah habis 2 batang rokok)
B: Tadi saya mengatakan ada yang berdoa minta miskin melalui perbuatannya. Dan saya gak mau mas. Ketika saya minta surat keterangan miskin untuk semua kebutuhan kita. Maka disaat itulah kita juga pada intinya berdoa minta miskin. Dan kita gak tahu kapan doa kita akan dikabulkan oleh Allah. Kalo pada saat itu doa kita dikabulkan maka kita akan jadi miskin baik lahir maupun batin selamanya. Padahal Allah telah mengatakan barang siapa yang bisa mensyukuri nikmat yang diberikan. Insyaallah Allah akan menambah nikmatnya. Dan bagi saya mas, masih banyak yang kehidupannya masih dibawah saya dan lebih berhak.
A: (manggut-manggut) Ohh…. begitu ya pak.
Wah dengan gaji yang saya peroleh dan pekerjaan sampingan yang saya punyai, saya merasa malu dan kecil banget sebagai manusia. Alhamdulillah mendapat sesuatu yang hebat dari obrolan kecil. Seandainya saya dan masyarakat kita mempunyai sifat seperti bapak si penjual es legen ini.
Artikel Terkait :

  1. Cara Membuat Laptop Menjadi Hotspot | Tanpa Software
  2. Tubemate, Youtube Downloader Untuk Android
  3. Install 6 aplikasi BBM dalam 1 perangkat Android
  4. Eka Lesmana, Publisher Adsense From Zero to Hero 
  5. Cara Mendaftar Google Adsense Melalui Akun Youtube, Cara Monetisasi Youtube, Tips tanpa ribet